Senin, 10 Desember 2012

Nadhyra


Nad.............


Seperti biasanya malam ini harus aku lewati dengan setumpuk sajak usang dari beberapa sumbangan cibiran dari sekutu-sekawanku. Tidak ada yang lebih mengasikkan selain pengembaraan tak berujung diantara lorong-lorong bisu. 

Terkadang mencintai itu salah, namun berusaha berdusta untuk tidak mencintai adalah kesalahan degenerasi yang berakibat pada hadirnya diri pada ambang kematian bertubi-tubi.

Ketidak hadiran diri dalam narasi besar atas perasaan yang menyala-nyala justru menjadikan diri semakin jauh dari dunia realitas yang sesungguhnya. Benar sekali, bahkan sepi pun enggan lagi menjadi teman sejati. Apa lagi keberadaan ini yang justru semakin mengasingkan.

Sudahlah......................
Namun, janganlah segera kau sudahkan.
Aku hanya berusaha untuk jujur.
Bagiku atas waktu yang kau curahkan untuk mendengarkanku adalah lebih penting dari apapun. Memang benar sekali, tidak ada satu pun bintang gemintang bertaburan malam ini. Namun, baru kali ini aku melihat bintang sedekat ini. Ini lebih dari cukup, namun jangan tergesa segera untuk kau cukupkan.

Diseberang jalan
Aku sedang mengamati jejak yang baru saja kau tinggalkan.
Semoga, tidak ada hujan
Sebab aku tidak ingin derasnya
menghapus jejakmu tiba-tiba

Anggap saja aku berdusta
Sebab, jujurku tidak sama dengan dusta
aku jujur mencintaimu sangat
tanpamu, aku siapa 

Gubrak.....
Tersungkur berjatuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar